
PENDAFTARAN
PENDIDIKAN KHUSUS PROFESI ADVOKAT ADVOKAT ANAK NEGERI (PKPA-AAN)
DOSEN PENGAJAR / PEMATERI
1. PROF. DR. ADV. EGGI SUDJANA, SH., MSI
2. PROF. DR. ADV. JUANDA, SH., MH
3. DR. ADV. DARWATI, SH., MH
4. DR. SRI ASTUTY, SH., MH
5. DR. ADV. KARYOTO AHMADI, SH., MH.
6. DR. ADV. R. HAKIM, SH., S.Sos., MH
7. DR. ADV. GUSJOY S. SH., SHI., S.Sos., MH.
8. DR. DRS. H. AGUS. SE., M.M., Ph.D
ASISTEN DOSEN PENGAJAR / ASISTEN PEMATERI
- TEGUH SUPRIYANTO, SH., MH
- YUSUF S. SH., MH
- NURCHOLIS ALI, SH., MH
- JUMALI, SH., MH.
- MUHAMMAD AA., SH., MHum. (GUS AA.)
- BAMBANG PURWANTO, SH
- DIANA N. SH
- ZUNI RUSVIANA, SH
- AHMAD FURQON, SH
- JHOHAN WAHYUDI, SH
- IMAM SAMPURNO, SH
- MAMAN BS. SH
- AINUN NA’IM MR., SHI (GUS NAIM)
- Edward Alfons Theorupun,SH.
PRESIDEN AAN
TTD
DR. ADV. GUSJOY S. SH., SHI., S.Sos., MH.

SYARAT PKPA ADVOKAT ANAK NEGERI (AAN)
- Biaya Rp 4.500.000 di DISKON (menyambut hari besar dan kemeriahan diindonesia), sebesar Rp. 3.900.000.
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Berlatar belakang pendidikan tinggi hukum.
- Berusia sekurang-kurangnya 25 tahun.
- Bukan PNS/TNI/Polri/pejabat negara.
- Menyerahkan fotokopi ijazah Sarjana Hukum, Sarjana Syariah, Sarjana Ilmu Kepolisian. (PDF).
- Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (PDF).
- Foto Copy Kartu Keluarga (PDF)
- Melampirkan salinan foto 2 x 3 (3 lembar), 3 x 4 (3 lembar), 4 x 6 (3 lembar) dengan latar belakang warna merah, (sertakan PDF)
- Registrasi juga bisa dilakukan secara online melalui Email: pkpaaan@gmail.com
- Telegram 085664511975
- Semua Satu PDF dan dikirim ke Email : pkpaaan@gmail.com
PHOTO JAS HITAM, KEMEJA PUTIH, BACKGROUND MERAH DASI GELAP (PDF) TEMPAT PENDAFTARAN ONLINE

SYARAT PENYUMPAHAN PT. :
- SARJANA HUKUM (LEGALISIR)
- COPY KTP (KTP)
- COPY KARTU KELUARGA (KK)
- SKCK DARI POLRI
- SURAT KETERANGAN PENGADILAN NEGERI (TIDAK PERNAH DIPIDANA)
- MAGANG MINIMAL 2 TAHUN
- PERNYATAAN BUKAN PNS/ TNI/POLRI/BUMN/BUMD
- PKPA
- UPA
- SK OA / PETIKAN SK
- BAS OA
- KTA OA
- BERUSIA SEKURANG-KURANGNYA 25 TAHUN

SYARAT PENDAFTARAN PKPA A 1 YES

ADVOKAT ANAK NEGERI
(AAN)
MODUL PENGAJAR
PENDIDIKAN KHUSUS PROFESI ADVOKAT
| NO. | MATERI AJAR | SESI | POKOK BAHASAN | PENGAJAR |
- I. Materi Dasar
| 1. | Fungsi Dan Peran | 1 sesi selama 2 jam | 1. Sejarah dan bentuk-bentuk organisasi advokat di Indonesia; | 1. DR. ADV. GUSJOY S., SH., SHI., S.Sos., | |||
| Organisasi Advokat | 2. Fungsi advokat dalam bantuan hukum: | 2. | PROF. DR. ADV. EGGI SUDJANA, SH., MSI | ||||
| a. | pelaksana hak konstitusional | 3. | . | ||||
| b. | sebagai jembatan | 4. | |||||
| c. standarisasi fungsi dan peran penegakan hukum yang | 5. | ||||||
| dijalankan advokat | |||||||
| 2. | Sistem Peradilan di | 1 sesi selama 2 jam | 1. Lingkup Peradilan di Indonesia: | 1. DR. ADV. GUSJOY S., SH., SHI., S.Sos., | |||
| Indonesia | a. Peradilan Umum | 2. | |||||
| b. Peradilan Agama | 3. | ||||||
| c. Peradilan Tata Usaha Negara (TUN) | 4. | ||||||
| d. Peradilan Militer | 5. | ||||||
| e. | Peradilan Khusus | 6. | |||||
| 1) | Peradilan Niaga | ||||||
| 2) | Peradilan Anak | ||||||
| 3) | Peradilan Hak Asasi Manusia (HAM) | ||||||
| 4) | Peradilan Pajak | ||||||
| 5) | Peradilan Perikanan | ||||||
- Peradilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)
- Asas-asas dan kaidah-kaidah hukum
- Metode penemuan hukum
| 3. | Kode Etik Profesi | 2 sesi (setiap sesi | 1. | Substansi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang |
1. |
DR. ADV. GUSJOY S., SH., SHI., S.Sos., | |||
| Advokat | selama 2 jam) | Advokat | 2. | ||||||
| 2. | Kode Etik Advokat Indonesia: | 3. | |||||||
| a. Kepribadian advokat | 4. | ||||||||
| b. Hubungan advokat dengan klien | 5. | ||||||||
| c. | Hubungan advokat dengan teman sejawat | 6. | |||||||
| d. | Cara bertindak menangani perkara | 7. | |||||||
- Materi Hukum Acara (Litigasi)
| 4. | Hukum Perdata dan | 2 Sesi (setiap sesi | 1. | Surat kuasa | ||
| Hukum Acara Perdata | selama 2 jam) | 2. | Macam-macam gugatan: gugatan perdata biasa, gugatan class | |||
| action/perwakilan, gugatan legalstanding, gugatan citizen law | ||||||
| suit.
|
PROF. DR. ADV. EGGI SUDJANA, SH., MSI
|
|||||
| 3. | Mediasi | |||||
| 4. | Persidangan (dalam hal perdamaian tidak tercapai) dengan | |||||
| kemungkinan tergugat tidak hadir: | ||||||
| a. | Sidang tanpa kehadiran tergugat | |||||
| b. | Pembuatan akta bukti dan acara pembuktian | |||||
| c. | Putusan verstek | |||||
| d. | Upaya verzet | |||||
- Persidangan dengan dihadiri para pihak:
- Jawaban tergugat (termasuk kemungkinan eksepsi)
- Replik
- Duplik
- Pembuktian, termasuk: pembuatan akta bukti, cara mencatat keterangan saksi
- Kesimpulan
- Pembacaan putusan
- Pengambilan putusan
- Menyatakan banding
- Tingkat Banding (upaya hukum dan prosedur pengajuannya)
- Memori banding
- Kontra memori banding
- Tingkat Kasasi
- Memori kasasi
- Kontra memori kasasi
- Peninjauan Kembali (Akta peninjauan kembali)
- Strategi Menangani Perkara
- Contoh-contoh Kasus
| 5. | Perselisihan Hubungan | 1 sesi (setia sesi | 1. | Pengertian dan jenis-jenis perselisihan hubungan industrial | ||
| Industrial dan | selama 2 jam) | 2. Hak-hak normatif pekerja: | ||||
| Hukum Acara | a. | Hak bersifat ekonomis | ||||
| Peradilan Hubungan | b. | Hak bersifat politis | ||||
| Industrial | c. | Hak bersifat medis | ||||
| d. | Hak bersifat sosial | |||||
| 3. | Kedudukan dan kewenangan Pengadilan Hubungan Industrial | |||||
| 4. | Mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial | |||||
| menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang | ||||||
| Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial | ||||||
| 5. | Serikat Pekerja | |||||
| 6. | Cara penyusunan kesepakatan kerja bersama | |||||
| 7. | Strategi Menangani Perkara | |||||
| 8. | Contoh-contoh kasus | |||||
| 6. | Peradilan Agama dan | 2 sesi (setiap sesi | 1. | Ruang lingkup pengadilan agama | . | |
| Hukum Acara | selama 2 jam) | 2. | Dasar hukum | DR. ADV. GUSJOY S., SH., SHI., S.Sos., | ||
| Peradilan Agama | 3. | Kompetensi pengadilan agama | ||||
| 4. Prosedur dan mekanisme berperkara di pengadilan agama | ||||||
| 5. | Produk-produk pengadilan agama: putusan dan penetapan | |||
| 6. | Strategi Menangani Perkara | |||
| 7. | Contoh-contoh kasus | |||
| 7. | KPPU dan | 1 sesi (setia sesi | 1. | Pemahaman terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 |
| Hukum Acara | selama 2 jam) | tentang Persaingan Usaha Tidak Sehat PROF. DR. ADV. EGGI SUDJANA, SH., MSI
|
||
| Persaingan Usaha | 2. | Dunia Usaha dan Persaingan Tidak Sehat | ||
| 3. | Penentuan dan bentuk larangan (rule of reason dan per se- | |||
| illegal) | ||||
| 4. | Prinsip dan substansi larangan persaingan tidak sehat menurut | |||
| UU Nomor 5 Tahun 1999: | ||||
| a. Perjanjian yang dilarang |
- Kegiatan yang dilarang
- Penyalahgunaan posisi dominan
- Penggabungan (merger), konsolidasi, dan pengambilalihan (acqusition)
- Tugas dan kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)
- Prosedur penanganan laporan di KPPU
- Mekanisme penyelesaian persaingan usaha tidak sehat melalui KPPU
- Sifat putusan KPPU dan upaya hukumnya
- Strategi Menangani Perkara
- Contoh-contoh kasus
| 8. | Peradilan HAM dan | 1 sesi (setiap sesi | 1. | Tugas dan wewenang Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) | |
| Hukum Acara | selama 2 jam) | 2. | Dasar Hukum Pengadilan HAM | DR. ADV. GUSJOY S., SH., SHI., S.Sos., | |
| Pengadilan HAM | 3. | Mekanisme penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat: | |||
| a. Tetap/permanen | |||||
| b. Ad-hoc | |||||
| 4. | Proses beracara pada Pengadilan HAM: | PROF. DR. ADV. EGGI SUDJANA, SH., MSI
|
|||
| 5. | Perlindungan korban | ||||
| 6. | Tatacara pemberian kompensasi, restitusi, dan rehabilitasi | ||||
| terhadap korban pelanggaran HAM yang berat (menurut | |||||
| Peraturan Pemerintah Nomor 3) | |||||
| 9. | Hak atas Kekayaan | 1 sesi (setiap sesi | 1. | Pengertian dan lingkup HAKI; | |
| Intelektual | selama 2 jam) | 2. | Pendaftaran HAKI; |
| 3. | Sengketa HAKI; | ||||
| 4. | Tindak pidana di bidang HAKI | ||||
| 10. | Hukum Pidana dan | 2 sesi (setiap sesi | 1. | Surat panggilan | |
| Hukum Acara Pidana | selama 2 jam) | 2. | Surat kuasa penyidikan | DR. ADV. GUSJOY S., SH., SHI., S.Sos., MH
|
- Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi tersangka
- Surat penangguhan penahanan (dalam hal klien akan ditahan) (dengan kemungkinan adanya pra-peradilan)
- Acara persidangan di pengadilan negeri:
- Surat kuasa
- Panggilan sidang
- Pembacaan dakwaan
- Eksepsi
- Acara pemeriksaan:
- Formalitas persidangan
- Tahapan acara pemeriksaan di pengadilan
- Cara mengajukan keberatan
- Mencatat pemeriksaan saksi dan saksi ahli
- Pembacaan tuntutan
- Pledoi
- Strategi Menangani Perkara
- Contoh-contoh Kasus
| 11. | Peradilan Tata Usaha | 1 sesi (setiap sesi | 1. | Surat kuasa | |
| Negara dan | selama 2 jam) | 2. | Gugatan | ||
| Hukum Acara | 3. | Pemeriksaan persiapan dan perbaikan gugatan | |||
| Peradilan Tata Usaha | 4. | Panggilan sidang | |||
| Negara | 5. | Acara sidang (tingkat pertama) | |||
| (Penundaan surat keputusan yang digugat jika permohonan | |||||
| dikabulkan) | |||||
| a. | Jawaban | ||||
| b. | Replik | ||||
| c. | Duplik | ||||
| d. Acara pembuktian (termasuk pembuatan akta bukti) | |||||
| e. | Kesimpulan | ||||
| f. | Pembacaan putusan | ||||
| g. | Pengambilan putusan | ||||
| h. | Pernyataan banding | ||||
| 6. Tingkat Banding | |||||
| a. | Memori Banding | |||||
| b. | Kontra memori banding | |||||
| 7. | Tingkat Kasasi | |||||
| a. | Memori Kasasi | |||||
| b. | Kontra memori kasasi | |||||
| 8. | Strategi Menangani Perkara | |||||
| 9. | Contoh-contoh kasus | |||||
| 12. | Peradilan Niaga dan | 1 sesi (setiap sesi | 1. | Tugas dan wewenang Pengadilan Niaga | ||
| Hukum Acara | selama 2 jam) | 2. | Dasar Hukum Pengadilan Niaga | |||
| Pengadilan Niaga | 3. | Mekanisme beracara di Pengadilan Niaga: | ||||
| a. | Perkara kepailitan | |||||
| b. | Perkara Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) | |||||
| 4. | Hal-hal khusus yang harus diperhatikan dalam penyelesaian | |||||
| perkara di Pengadilan Niaga | ||||||
| 5. | Strategi Menangani Perkara | |||||
| 6. Contoh-contoh kasus | ||||||
| 13. | Mahkamah Konstitusi | 1 sesi selama 2 jam | 1. | Ruang lingkup kewenangan Mahkamah Konstitusi | ||
| dan | 2. | Pengertian hak uji materiil dan formil | ||||
| Hukum Acara | 3. | Perbedaan pengujian yang dilakukan Mahkamah Konstitusi | ||||
| Mahkamah Kontitusi | dan Mahkamah Agung | |||||
| 4. | Para pihak dan obyek sengketa di Mahkamah Konstitusi | |||||
| 5. | Prosedur beracara di Mahkamah Konstitusi | |||||
| 6. | Format permohonan | |||||
| 7. | Sifat putusan Mahkamah Konstitusi | |||||
| 8. | Contoh-contoh kasus | |||||
| III. | Materi Non Litigasi | |||||
| 14. | Perancangan dan | 2 sesi setiap sesi 2 | 1. | Pengertian, syarat, dan asas-asas kontrak bisnis | ||
| Analisa Kontrak | jam | 2. | Bentuk-bentuk kontrak bisnis | |||
| 3. | Tahapan pembuatan kontrak | |||||
| 4. | Anatomi kontrak | |||||
| 5. | Klausula kontrak yang spesifik | |||||
| 6. | Penyelesaian permasalahan dalam kontrak | |||||
| 7. | Strategi Menangani Perkara | |||||
| 8. | Contoh-contoh dalam kontrak | |||||
| 15. | Organisasi Perusahaan, | 2 jam | 1. Ruang lingkup aspek hukum korporasi | |||||
| termasuk | 2. | Prosedur pendirian Perseroan Terbatas | (PT), | Persekutuan | ||||
| penggabungan (merger) | Firma (Fa), Persekutuan Comanditer | (CV), | Perusahaan | |||||
| dan pengambilalihan | Dagang (PD), koperasi, Yayasan, dan Perkumpulan | |||||||
| (acquisition) | 3. Dokumen-dokumen dasar korporasi | |||||||
| a. | Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri | |||||||
| b. | Akta pendirian | |||||||
| c. | Surat keterangan domisili hukum | |||||||
| d. | Surat pendaftaran pajak | |||||||
| e. | Surat keterangan telah berbadan hukum dari Departemen | |||||||
| Hukum dan HAM | ||||||||
| f. | Surat izin usaha | |||||||
| g. | Tanda daftar perusahaan | |||||||
| 1. | Perusahaan Penanaman Modal Asing | |||||||
| a. | Letter of commitments | |||||||
| b. | Memo Kesepakatan (memorandum of understanding) | |||||||
| c. | Joint venture agreement | |||||||
| d. | Akta pendirian | |||||||
| e. | Letter of approval of location of land | |||||||
| f. | Letter of approval for investment | |||||||
| g. | Letter of ratification | |||||||
| h. | Surat keterangan domisili hukum | |||||||
| i. | Surat pendaftaran pajak | |||||||
| j. | Surat izin usaha | |||||||
| k. | Tanda daftar perusahaan | |||||||
| 2. | Prosedur penunjukan penjabat korporasi dan tugas-tugas dan | |||||||
| pertanggungjawabannya | ||||||||
| 3. | Pengertian penggabungan (merger) dan pengambilalihan | |||||||
| (acquisition) | ||||||||
| 4. | Prosedur dan permasalahan dalam penggabungan (merger) | |||||||
| dan pengambilalihan (acquisition) | ||||||||
| 5. | Contoh-contoh kasus | |||||||
| 16. | Pendapat hukum (legal | 2 sesi setiap sesi 2 | 1. | Pengertian pendapat hukum dan uji kepatutan dari segi hukum | ||||
| opinion) dan Uji | jam | 2. | Ruang lingkup pendapat hukum dan uji kepatutan dari segi | |||||
| Kepatutan dari Segi | hukum | |||||||
| Hukum (legal due | 3. Prosedur dan mekanisme pembuatan pendapat hukum | |||||||
| diligence) | 4. | Prosedur dan mekanisme pelaksanaan uji kepatutan dari segi | ||||||
| hukum (termasuk obyek yangdiperiksa ) | ||||||||
| 5. | Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan pendapat | |||||
| hukum dan pelaksanaan uji kepatutan dari segi hukum | ||||||
| 6. | Format dan contoh dari dokumen pendapat hukum dan | |||||
| dokumen uji kepatutan dari segi hukum | ||||||
| IV. | Materi Pendukung | |||||
| 17. | Penelusuran Hukum dan | Satu sesi selama 2 | 1. | Hierarki perundang-undangan di Indonesia | ||
| Dokumentasi Hukum | jam | 2. Tehnik dan metode penelusuran dokumen hukum | ||||
| a. secara manual | ||||||
| b. melalui internet | ||||||
| 3. | Tujuan penelusuran dokumen hukum | |||||
| 4. | Sumber-sumber hukum | |||||
| 5. | Rancangan dokumen hukum dalam rangka litigasi (surat | |||||
| kuasa, somasi, gugatan, eksepsi, replik, duplik, dokumentasi | ||||||
| bukti-bukti, kesimpulan, banding, kasasi, dan peninjauan | ||||||
| kembali) | ||||||
| 6. | Contoh-contoh kasus | |||||
| 18. | Argumentasi Hukum | 2 Sesi setiap sesi 2 | 1. | Pengertian dan hakikat argumentasi hukum | ||
| (Legal Reasoning) | jam | 2. | Logika dan argumentasi hukum: | |||
| a. Kesalahpahaman terhadap peran logika | ||||||
| b. Kesesatan (falacy) | ||||||
| c. Kekhususan logika hukum | ||||||
| 3. | Langkah-langkah masalah hukum: | |||||
| a. Sruktur argumentasi hukum: lapisan logika, dialektik, | ||||||
| prosedur atau hukum acara | ||||||
| b. Langkah-langkah analisa hukum: | ||||||
| 1. | pengumpulan data | |||||
| 2. klasifikasi dan identifikasi permasalahan | ||||||
| 3. | penemuan hukum | |||||
| 4. | penerapan hukum | |||||
| 4. | Contoh-contoh kasus | |||||
| 19. | Teknik Wawancara | 1 sesi selama 2 jam | 1. Pengertian wawancara | |||
| dengan Klien | 2. Tujuan wawancara | |||||
| 3. | Tempat wawancara | |||||
| 4. | Hal-hal yang harus dipersiapkan untuk wawancara | |||||
| 5. | Struktur wawancara | |||||
- Pembukaan: menanyakan identitas klien
- Materi utama wawancara (pokok)
- Tehnik bertanya
- Tehnik mendengar
- Menanggapi pertanyaan dari klien

